Oleh: rizal2407 | 16 Juni 2010

JAN BATUKA BARUAK JO CIGAK

JAN BATUKA BARUAK JO CIGAK

(Memilih Pemimpin Terbaik untuk Kabupaten Padang Pariaman 2010 -2015)

Oleh : Ir. Masrizal Umar

Ditengah hiruk pikuk Piala Dunia 2010 atau World Cup 2010, dimana masing-masing kita sibuk dengan jagoan masing-masing apakah itu Jerman, Brasil, Argentina, Spanyol atau yang lainnya walaupun dalam hal ini kita hanya sebagai penonton karena PSSI masih jauh dari harapan untuk bisa masuk di Pesta Bola Planet ini, Masyarakat Minang atau Sumatera Barat juga sibuk dengan perhelatan untuk mencari pemimpin untuk lima tahun kedepan baik Gubernur maupun Bupati dan Walikota. Mengacu pada istilah “penonton” untuk Piala Dunia maka untuk Pilbup dan Pilgub sekarang ini kita semua tidak ingin hanya jadi penonton tetapi adalah sebagai juri yang akan menentukan siapa yang layak menjadi pemimpin di ranah tercinta ini dalam lima tahun kedepan. Pada tulisan ini penulis tidak akan menyorot tentang Pemilihan Gubernur Sumatera Barat tetapi hanya akan fokus kepada Pemilihan Bupati untuk Kabupaten Padang Pariaman untuk periode tahun 2010 -2015, dimana KPU Kabupaten Padang Pariaman sudah menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman Periode 2010-2015 sbb:

 1. Ali Mukhni – Damsuar

2. Sudirman Gani – Eri Zulfian

3. M. Yusuf – Zamzamil

4. Jasma Juni – Bachtiar Sultan

5. Yobana Samial – Dasril

6. St. Ambia – Yusalman

Dimana pasangan inilah yang akan dipilih oleh masyarakat Kabupaten Padang Pariaman yang sudah mempunyai hak pilih dan terdaftar sebagai pemilih tetap untuk melakukan pemilihan pada 30 Juni 2010, bersamaan dengan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat. Dalam ini para pemilih bukan sebagai penonton tetapi adalah sebagai juri yang akan menentukan siapa menjadi orang nomor satu dan nomor dua di Kabupaten Padang Pariaman untuk lima tahun yang akan datang. Judul diatas sengaja penulis buat karena setelah 10 tahun dipimpin oleh Bapak Muslim Kasim belum ada pencapaian yang luar bisa untuk ukuran prestasi nasional apalagi international kecuali terban-gunnya Bandara International Minangkabau di Kataping, itupun secara strategi sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat, kalau ada penghargaan sifatnya masih seremonial dan belum dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Kalau penulis boleh bernostalgia penulis sangat kagum dan termotivasi dengan Bupati Almarhum Bapak Anas Malik, dengan plus minusnya tetapi karyanya dan leadership-nya dikenang sepanjang sejarah Padang Pariaman, siapa yang tidak kenal beliau dengan Proyek merubah WC Terpanjang di Dunia menjadi Pantai yang bersih dan menjadi tujuan wisata bukan hanya itu pembangunan infrastruktur juga lebih merata bukan hanya daerah tanah kelahirannya Kampung Dalam tetapi hampir merata diseluruh Kabupaten Padang Pariaman bahkan beliau yang merintis jalan aspal hotmix sepanjang pantai dari Kataping sampai Kota Pariaman. Disamping itu beliau juga men-jadi motivator dan “modelling the way” bagi kaum pemuda dan anak sekolah untuk giat belajar dan disiplin, penulis masih ingat beliau rutin keliling keseluruh SMA, STM, SMEA, MAN dan SMP untuk menjadi Pembina upacara dan selalu memberikan motivasi dan menyampaikan visinya untuk membangun Padang Pariaman. Beliau juga sering turun ke nagari-nagari dan jorong-jorong tanpa protokoler bahwa sering beliau menyamar jadi rakyat biasa untuk mendengar keluhan dari rakyat bahwa tentang kepemimpinannya. Penulis tidak ingin mengatakan pilihlah pemimpin seperti Almarhum Bapak Anas Malik tetapi paling tidak bisa dijadikan referensi dan diambil yang baiknya dan dibuang yang buruknya atau tidak sesuai dengan zaman informasi sekarang.

Penulis sengaja tidak menulis partai apa yang mendukung keenam pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati diatas karena penulis bukan kader partai apalagi politikus, bukan pengamat politik, bukan ekonom, bukan muballigh, bukan tokoh masyarakat apalagi selebritis, bukan pengusaha, bukan orang kaya atau pengusaha, apalagi penulis bukan calo politik atau konsul-tan politik, penulis hanya seorang anak nagari Sintuk Lubuk Alung yang pernah lahir dan dibesarkan oleh kedua orang tua penulis H. Bagindo Umar Djuras (Alm) dan Zaini Tanjung (Almh) 39 tahun lalu dan dengan bimbingan dan didikan serta kucuran darah dan keringat serta air mata, Alhamdulillah penulis bisa menamatkan pendidikan penulis disalah satu perguruan tinggi negeri ternama di negeri ini (ITB dan sebelum masuk ITB penulis juga pernah lulus di STAN Jurusan Akuntansi tetapi penulis tinggalkan karena waktu itu penulis lebih memilih jadi Tukang Insinyur) yang menjadi incaran dan acuan keberhasilan dan kepintaran anak-anak tamat sekolah menengah atas dari dulu hingga sekarang. Selepas tamat dari ITB dan menjadi Tukang Insinyur Teknik Kimia tahun 1995 selesai tepat waktu karena orang tua penulis bukan orang kaya sehingga penulis termotivasi untuk tamat secepatnya dan penulis sekarang menjadi karyawan (istilah halus dari buruh) disalah satu Multinational Company di Jakarta. Dari pengalaman penulis waktu kecil zaman mengaji di surau dan belajar hidup mandiri dan bertang-gung jawab dari kelas satu SD sampai tamat SMP, dan kemudian kuliah di ITB Bandung dan aktif di Unit Kesenian Minangkabau sehingga bisa kenal dengan tokoh-tokoh Minangkabau yang berhasil di rantau termasuk waktu itu pembentukan Gebu Minang dan sebagainya, dan sampai sekarang bekerja atau “mangakeh” di Jakarta dan dengan pergaulan dan kemajuan teknologi dan informasi penulis ingin berbagi dengan masyarakat di kampung demi kemajuan Ranah Minang tercinta, tulisan penulis ini bukan menggurui atau sok tahu tapi murni hanya dari sudut pandang penulis dan kalau ada yang salah itu semata karena kesalahan penulis tetapi kalau benar semata-mata datang dari Allah SWT.

Sehubungan dengan Pilkada yang akan dilakukan nanti tanggal 30 Juni 2010 untuk memilih pemimpin jangan terpesona dengan kemasan dan bungkusnya atau istilah sekarang pencitraan atau jangan dilihat dari partai pendukungnya tetapi lihatlah Tokohnya serta rekam jejak dan program dan rencana kerja yang akan mereka lakukan jika nanti terpilih menjadi, untuk itu dalam menjadi juri yang menen-tukan tanggal 30 Juni nanti maka penulis ingin memberikan kriteria untuk menentukan calon pemimpin atau Bupati maupun Wakil Bupati dari dari dua pendekatan yaitu:

• Visi dan misi serta program kerjanya

•  Figur, Keteladanan, Pengabdian serta Rekam Jejak selama ini.

Untuk hal yang pertama pilihlah Pemimpin yang mempunya visi dan misi yang jelas dan program kerja yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk membuat visi serta program kerja tersebut tentu mereka harus paham kondisi ril yang dihadapi oleh masyarakat Padang Pariaman sekarang ini terutama masalah Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, termasuk pembangunan kembali infrastruktur karena habis diluluhlantakkan oleh Musibah gempa tahun lalu, dan yang lebih penting lagi tentu pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotismne yang sepertinya sudah jamak dilakukan. Menurut hemat saya rencana pemindahan Ibukota Kabupaten ke Parit Malintang dalam program lima tahun kedepan sebaiknya ditunda dulu karena itu bukanlah sesuatu yang urgent dan penting sekarang adalah membangkitkan kembali sector ekonomi masyarakat sehingga bisa membangun kembali setelah musibah gempa tahun lalu. Padahal kita tahu nilai APBD Kabutapaten Padang Parimaan sangat terbatas misalnya untuk tahun 2010 ini hanya 601 Milyar dimana 57 persen untuk belanja pegawai.

Berdasarkan masalah yang tengah dihadapi diatas pilihkan kandidat yang mempunya program dan komitmen serta terobosan dan kreatifitas untuk menjalankan program diatas bukan hanya sekedar jargon-jargon kampanye semata tetapi program kerja yang jelas sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk mensyukseskannya. Untuk Pembangunan bidang pendidikan dan akhlak ini adalah sangat mutlak dilakukan bukan hanya sekedar bebas buta aksara dan bisa mangaji tetapi diberikan kesempatan dan motivasi yang luas sehingga anak-anak dari Padang Pariaman bisa berkesempatan sekolah sampai Sekolah Menengah Tingkat Atas dan dukungan beasiswa sampai perguruan tinggi bagi siswa-siswi berprestasi, disamping itu jangan lupa sebagai urang minang yang hidup berdasar-kan falsafah hidup “Adat Bersandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah”, harus benar-benar dipastikan dan menjadikan gaya hidup dalam bermasyarakat tidak cukup dengan membuat “Perda Mangaji” tetapi ternyata masih banyak anak-anak muda yang tidak bisa tulis baca Alquran bahkan untuk syarat nikah bisa Alfatihah saja terbata-bata. Jadi pilihlah kandidat yang bisa mewujudkan pendidikan gratis sampai sekolah tingkat atas minimal ditahun ketiga kepemimpinannya dengan berbagai cara termasuk dukungan beasiswa dari perantau maupun dukungan dari perusahaan swasta nasional yang berada diluar Sumatera Barat.

Masalah Kesehatan adalah masalah yang vital dalam kehidupan masyarakat tidak harus dengan menyediakan pengobata gratis tetapi paling tidak dengan program-program yang bisa meningkatkan taraf hidup kesehatan masyarakat misalnya revitasasi pos yandu, kampanye hidup sehat, dan akan lebih baik jika bisa disediakan pengobatan gratis bagi masyakat yang tidak mampu. Masalah Ekonomi akan menjadi faktor penentu atau tulang punggung keberhasilan pembangunan sektor lainnya , untuk itu sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat sangat penting apalagi setelah musibah gempa tahun lalu yang telah menghancurkan sektor ekonomi dan infrastruktur yang mendu-kung pergerakan arus barang dan jasa. Untuk itu program pembangunan ekonomi yang dibutuhkan sekarang adalah adalah program ekonomi yang lansung dirasakan oleh masyarakat misalnya Kredit Tanpa Agunan/Jaminan (mis KUR, PNPM, atau bentuk lainya) untuk membantu para nelayan ,para pedangan pasar, pengusaha kecil seperti usaha kerajinan sulam dan konveksi di Nareh, usaha Batu Bata di Palembayan, KUT untuk para petani serta program penanaman kakao, pisang, dll sesuai dengan potensi pertanian dimasing-masing wilayah.

Usaha lain adalah revitalisasi koperasi baik koperasi unit desa atau koperasi nelayan maupun koperasi pedagang pasar dan sebagainya. Jadi pilihlah kandidat yang mempunyai program pembangunan ekonomi yang merakyat bukan hanya mengawang-awang. Hal yang penting lainnya adalah Program Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang sudah menjadi hal biasa dari beberapa tahun yang lalu, contoh sederhana banyak para pejabat yang pada umumnya yang masih punya hubungan kerabat atau kenalan atau tim sukses waktu pilkada se-mentara ada pejabat atau kandidat lainnya yang secara kapabilitas dan kepangkatan lebih patut tidak diberi kesempatan tetapi di-grounded jadi staf biasa. Untuk itu pilihlah kandidat yang punya program menjamin menjalankan kabinetnya dengan putra-putri terbaik bukan berdasarkan Nepotisme semata hal ini bisa dilakukan jika proses seleksi dan pemilihan pejabat tersebut dengan fit dan proper test dan transparan sehingga setiap pegawai akan termotivasi memberikan pelayanan dan prestasi terbaik untuk kemajuan masyarakat Padan Pariaman, bahka bila perlu ada kandidat yang melarang anak dan kemenakannya jadi CPNS di Pemda Kabupaten Padang Pariaman. Masalah korupsi dan pemerataan pembangunan juga menjadi isu krusial di Kabupaten Padang Pari-aman, setor komisi 5% atau 10% didepan sebelum proyek dilakukan sudah menjadi hal biasa dan istilah palanta lapau “TST = Tahu Sama Tahu”, dan contoh laina adalah karena yang menjadi Bupati orang Pakandangan maka kalau ada pembangunan jalan hanya didalam wilayah kecamatan tersebut, itu bisa dibuktikan di Jorong tempat kelahiran penulis yaitu Gati Simpang Ampek Nagari Sintuk, Kecamatan Sintuk Tobih Gadang, pembangunan jalan hotmix persis terhenti diperbatasan antara Jorong kami dengan Jorong Ringan-Ringan yang masuk dalam wilayah kecamatan Pakandangan, bagi penulis ini sangat menyakitkan walaupun penulis sendiri kalau dikumpulkan jumlah pajak yang dibayar ke Negara dalam 5 tahun terakhir cukup membangun aspal hotmix sepanjang jalan yang di-hentikan pembangunannya tersebut. Satu lagi karena pejabat Pemdanya punya tanah di Rimbo Kataping (dekat kecamatan Lubuk Alung) maka dibangun jalah hotmix yang bagus sehingga harga tanannya tadi naik berkali-kali lipat sementara daerah lainnya membutuhkan dana untuk pembangunan jalan untuk menggerakkan sektor perekonomiannya misalnya daerah Aur Malintang, Patamuan, Kayu Tanam dan daerah lainnya, jadi hal seperti ini seharusnya tidak terulang lagi dimasa pemerintahan yang akan datang.

Hal terakhir yang penting menurut penulis adalah Pilihlah Bupati dan Wakil Bupati yang bisa meng-gerakkan semua potensi masyarakat yang ada dikampung mulai dari pemuda, alim ulama, cadiak pandai dan suluh bendang dalam nagari maupun diperantauan, misalnya dengan Ikatan Keluarga Minang yang hampir ada disemua kota-kota besar bahkan diluar negeri seperti Malaysia, kelompok Mahasiswa, Pengusaha dan Ilmuwan yang berasal dari Kabupaten Padang Pariaman sehingga se-mua akan bisa memberikan kontribusi positif (“Sato sakaki” ) bagi kemajuan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman., kalau saya boleh petik kutipan di media “Cimbuak.Net” sbb: Kaluak paku kacang balimbiang Ambiak tampuruang lenggang-lenggangkan Dibawo nak urang saruaso Tanam siriah jo ureknyo Anak dipangku kamanakan dibimbiang Urang kampuang dipatenggangkan Tenggang nagari jan binaso Tenggang sarato jo adatnyo Inilah tugas kita sebagai masyarakat Minangkabau khususnya Kabupaten Padang Parimana yang harus peka terhadap perubahan zaman, mari kita saling bahu membahu dalam berbuat kebajikan se-suai dengan masing-masing kemampuan kita seperti kata pepatah ”nan buto pa ambuih lasuang, nan pakak palapeh badie, nan lupuah panunggu rumah” Semua lapisan masyarakat akan bisa memberikan kontribusinya demi kemajuan Nagari tercinta.

Terakhir Program yang lebih penting adalah Good Governance dan Akuntabilitas serta komunikasi dua arah dalam proses pembangunan di Kabupaten mulai dari Rencana atau program serta realiasasi pembangunan, serta perbaikan pelayanana public, kemudahan proses perizinan, kesempatan partisapasi masyarakat dalam proyek-proyek pembangunan, serta pemerintah yang mau mendengar masukan dan keluhan dan menanggapinya dengan cepat. Diatas sudah penulis kriterian calon pemimpin Kabupaten Padang Pariaman dari visi, misi serta pro-gram kerja pada bagian kedua penulis ingin menyoroti dari sudut pandang : Figur, Keteladanan, Pengabdian serta Rekam Jejak selama ini. Untuk masalah figur ini pilihlah pemimpin yang bisa menjadi contoh dalam menjalankan falsafah Urang Minang yaitu Adat Bersandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah, Berkenaan dengan kriteria kepemimpinan itu, alangkah baiknya kita merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sumber dari segala sumber hukum Umat Islam (Urang Minang). Terdapat beberapa istilah dalam Al-Qur,an yang menunjuk kepada pengertian pemimpin, diantaranya: Khalifah, Imam dan Ra’in. Tiga konsep tersebut merupakan satu kesatuan yang padu tak dapat dipisahkan dan seharusnya ada dan tercermin pada seriap diri pemimpin mendatang. Ke-Khalifah-an : “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat. “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi…” (Q.S Al-Baqarah/2: 30). Ayat ini menjelaskan kriteria utama pemimpin adalah kesadarannya akan peran dan fungsinya sebagai khalifah atau wakil Allah. Ini berarti, ketika sang pemimpin bekerja menjalankan amanahnya melayani dan membenahi masyarakat di disertai visi dan misi ke-Illahiyahan (Ketuhanan) dalam bentuk berbagai macam kegiatan dalam rangka membentuk masyarakat muslim yang cerdas dan intelektual. Dengan demikian, ia akan memiliki legitimasi kepemimpinan yang sangat kuat serta di tambah dengan visi misi yang tajam dan kemampuannya dalam menjelaskan konsep-konsep Islam dan solusi untuk perbaikan di masyarakat yang lebih baik sehingga membuat keunggulan itu semakin mendapatkan pengakuan dari khalayak umum sebagaimana para malaikat memberikan pengakuan kepada Nabi Adam a.s (QS. Al-Baqarah/2: 30-34) Ke-imam-an : “… dan jadikanlah kami pemimpin (imam) bagi orang-orang yang bertaqwa” (Q.S Al-Furqon/25: 74). Di sini tersirat bahwa Allah SWT membuka kesempatan seluas-luasnya bagi hamba-Nya untuk menjadi pemimpin dan juga mengisyaratkan predikat taqwa yang disandang dan dimiliki serta rasa tanggung jawab tinggi. Seorang pemimpin hendaknya lebih meperhatikan fakir miskin yang termarjinalisasi sehingga dapat menciptakan masyarakat yang adil dan makmur disertai nilai-nilai Islam. Kriteria diatas merupakan hal yang mutlak harus dimiliki oleh seorang pemimpin kelak. Oleh karena itu, pemimpin yang berperan sebagai Imam, pertama-tama haruslah menjadi panutan masyarakat yang dipimpin. Sebagaimana Nabi Ibrahim a.s telah menjadi tauladan dalam hal keta’atan, kehanifan, ke-tauhid-an dan kemuliaan akhlaknya, mensyukuri nikmat Allah SWT. “Sungguh, Ibrahim adalah Imam (Pemimpin) yang dapat dijadikan teladan, patuh kepada Allah SWT dan hanif . Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (mempersekutukan Allah).(Q.S An-Nahl/16: 120) Peran dan fungsi ke-Imam-an dari seorang pemimpin, secara kongkrit dapat dilihat pada imam sholat. Kriteria Imam sholat ialah lebih berilmu atau lebih fasih bacaannya. Begitu selektifnya, mengingat be-ratnya tanggung jawabnya seorang imam maka harus yang “tafaqquh fid-din”, yaitu orang yang me-mahami, mamaknai dan mendalami agama. Sehingga tidak menjadikan posisi Imam sebagai ajang perebutan kekuasaan. Menunjuk Imam dengan tulus dan ma’mum pun menerima posisi mereka dengan rela hati serta ikhlas. Dan satu lagi yang menarik, imam tidak sunyi dari koreksi ma’mum bilamana ia lupa atau salah maka bersedia diingatkan. Oleh karena itu jika kita melaksanakan sholat tepat dibelakang posisi imam bi-asanya didampingi orang yang mempunyai keilmuan yang tinggi pula dibelakangnya agar dapat mengingatkan apabila terjadi kesalahan gerakan dan bacaan. Dan biasanya posisi shaff pertama diisi oleh orang-orang baik yang mempunyai pemahaman Islam karena mereka bertanggung jawab pula untuk mengawal dan mengikuti proses sholat agar berjalan dengan baik. Bahkan ketika imam berada dalam situasi yang menyebabkan wudhunya batal, imam dengan legowo mundur dan digantikan oleh oleh jamaah yang dipimpinnya. Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang isteri pemimpin dan bertanggung jawab atas penggunaan harta suaminya. Seorang pelayan (karyawan) bertanggung jawab atas harta majikannya. Seorang anak bertanggung jawab atas penggunaan harta ayahnya. (HR. Al Bukhari dan Muslim) Barangsiapa yang diserahi kekuasaan urusan manusia lalu menghindar (mengelak) melayani kaum le-mah dan orang yang membutuhkannya maka Allah tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat. (HR. Ahmad) Mengacu padahal diatas kalau saya memberikan tips yang mudah pilihkan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang selama ini sudah biasa menjadi Imam di Surau atau Mesjid, dan akan lebih baik sudah biasa menjadi Imam atau Khotib waktu sholat Jumat, karena Insya Allah kandidat ini bisa membimbing kita menjadi masyarakat yang Islami walaupun kita bukan Negara Islam tapi paling tidak menjadi masyatakat yang hidup dengan falsafah Adat Bersandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah.

Akhirnya berdasarkan tulisan diatas dapat kita simpulkan bahwa dalam Pilkada yang akan datang kita bukan sebagai penonton tetapi adalah sebagai juri yang berhak menentukan siapa yang akan memimpin Kabupaten Padang Pariaman dalam lima tahun ke depan, satu suara anda akan sangat berarti dan jangan mau anda tukar suara anda dengan lembaran lima puluh ribuan atau seratus ribuan karena orang yang menerima sogok dan memberi sogok sama hukumnya yaitu neraka, tapi ada tips yang sederhana ambil uangnya dan serahkan untuk fasilitas umum dan jangan pilih calon yang membayar suara anda, karena mereka pasti kapitalis yang akan berusaha untuk balik modal dengan berbagai cara salah satunya tentu dengan KKN. Terakhir pilihlah kandidat berdasarkan programnya dan figurnya bukan berdasarkan pencitraan ada “endorsement” atau dukungan dari tokoh politik atau masyarakat tertentu karena sekarang banyak bertebaran calo dan tengkulak politik yang melacurkan diri demi uang dan kekuasaan atau “Jan Sampai Batuka Baruak Jo Cigak Maimbuah Pulo Saikua Karo” . Akhirnya marilah kita berdo’a kepada Allah SWT supaya kita diberikan pemimpin terbaik bagi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman sehinggan bisa menjadi contoh dan panutan dalam mengamalkan Alquran dan Sunnah Rasullullah SWA. Amin Ya Rabbal Alamin.

Ir. Masrizal Umar

Professional (Mangakeh) di salah satu perusahaan swasta di Jakarta

e-Mail: masrizal.umar@gmail.com

Twitter: www.twitter.com/rizal2407

Facebook: http://www.facebook.com/masrizal umar

LinkedIn:  www.LinkedIn.com/in/masrizal

www.masrizal-gati.blogspot.com

(referensi: www.Cimbuak.Net , http://pejuangdakwah.blogspot.com/2008/01/kriteria-pemimpin-menurut-al-quran.html)

Oleh: rizal2407 | 16 Juni 2010

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.